Sustainability Menjadi Sorotan dalam Rangkaian Seminar Nasional Bakrie Group

 Sustainability Menjadi Sorotan dalam Rangkaian Seminar Nasional Bakrie Group

JAKARTA–Bakrie Center Foundation menyelenggarakan rangkaian seminar nasional bertajuk The SDGs National Seminar Series: Sinergi Nasional dalam Katalisasi Pencapaian SDGs 2030 Menuju Indonesia Sehat, Berdaya, dan Lestari.

Masih dalam rangka memperingati 80 tahun berdirinya Bakrie Group, seminar nasional ini juga merupakan debut Bakrie Group dalam melaksanakan seminar berskala nasional. Tujuan dari diadakannya seminar nasional ini yaitu untuk memfasilitasi berbagai sektor mulai dari pemerintah, komunitas, korporasi, hingga masyarakat untuk bersinergi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, yang ditargetkan dapat dicapai dalam kurun waktu 8 tahun lagi, yakni di tahun 2030.

The SDGs National Seminar Series: Sinergi Nasional dalam Katalisasi Pencapaian SDGs 2030 Menuju Indonesia Sehat, Berdaya, dan Lestari dilaksanakan sejak 31 Oktober hingga 3 November 2022 secara hybrid dan disiarkan secara live dalam akun Youtube Bakrie Center Foundation. Seminar ini mengangkat 4 topik utama yaitu sinergi lintas sektor dalam upaya mengeliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030, inovasi dan pengelolaan sampah plastik, kesetaraan pendidikan dasar dan tinggi, serta transformasi penggunaan kendaraan listrik untuk meminimalisir dampak polusi udara. Pemilihan topik ini berdasarkan urgensi dari masing-masing isu, yaitu :

1. Indonesia mencatatkan 11 kematian per jam akibat TBC. Sepanjang 2021 masih ada 385.295 kasus TBC di Indonesia dan diprediksi mencapai 824 ribu kasus di akhir 2022.
2. Indonesia menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun.2,8 juta diantaranya sudah dapat dikelola.
3. Sepanjang tahun 2021, sebanyak 75 ribu anak di Indonesia putus sekolah. Dari 3,7 juta lulusan SMA/sederajat, hanya 1,8 juta anak yang mampu meneruskan ke jenjang perguruan tinggi.
4. Pemanfaatan energi baru di Indonesia 11,5% dari target capaian 23%. Kendaraan listrik dapat menekan polusi udara sebesar 30%.

Keempat topik yang diangkat dalam seminar nasional ini memiliki luaran untuk melahirkan rekomendasi kebijakan sebagai dasar dari sebuah kegiatan advokasi. Dalam pembukaan The SDGs National Seminar Series: Sinergi Nasional dalam Katalisasi Pencapaian SDGs 2030 Menuju Indonesia Sehat, Berdaya, dan Lestari.

Anindya Novyan Bakrie selaku Founder dan Chairman Bakrie Center Foundation menyatakan kolaborasi dan sinergi nasional dalam seminar ini mampu melahirkan pemikiran-pemikiran solutif bagi pemecahan masalah baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Aspek keberlanjutan menjadi poin utama yang harus ada dalam proses untuk mencapai pembangunan yang adil dan merata.

“Kami terus berkomitmen untuk mendukung target-target pemerintah dengan menjalankan program-program berbasis sosial terutama fokus pada isu kesehatan, pendidikan dan lingkungan sebagai kontribusi nyata untuk membangun masyarakat Indonesia. Dalam menjalankan berbagai program tersebut, kami selalu menghadirkan aspek sustainability,” tutur Anindya saat membuka The SDGs National Seminar Series: Sinergi Nasional dalam Katalisasi Pencapaian SDGs 2030 Menuju Indonesia Sehat, Berdaya, dan Lestari pada Senin (31/10/2022).

Tak dipungkiri, 2 tahun terakhir Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia berjuang melawan pandemi Covid-19. Berbagai perubahan dirasakan mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, serta tatanan sosial dan budaya. Perlahan masyarakat mulai beradaptasi ke dalam situasi baru.

Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Arsjad Rasjid, aspek keberlanjutan sangat penting diterapkan dalam sistem perekonomian. Meski akan menemui banyak tantangan perekonomian dunia, namun dengan ekonomi yang berkelanjutan tantangan tersebut mampu diubah menjadi peluang.

“Kita harus siap dan berani dalam mengubah tantangan menjadi peluang. Contoh dari ekonomi berkelanjutan misalnya transisi energi ke energi hijau, sehingga memungkinkan negara membangun bisnis di sektor baru seperti industri baterai dan kendaraan listik. Tidak hanya berkelanjutan namun juga profitable. Keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi adalah dua hal yang harus beriringan,” ungkap Arsjad.

Aspek keberlanjutan juga dibutuhkan dalam peningkatan kualitas serta infrastruktur kesehatan, terutama dalam menangani penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC). Saat ini, diperkirakan ada sekitar 824.000 penderita TBC di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam pidatonya dengan tema Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC di Indonesia. Pidato ini juga membuka rangkaian seminar nasional topik pertama yaitu Sinergi Nasional Untuk Mempercepat Eliminasi TBC di Indonesia.

“Dibutuhkan kerja sama berbagai sektor untuk melakukan penemuan kasus-kasus TBC di masyarakat. Indonesia membutuhkan sinergi lintas sektor seperti kemiskinan, kepadatan penduduk, dan malnutrisi. Eliminasi TBC merupakan tanggung jawab kita bersama, seperti yang diamanatkan dalam Perpres no.67 tahun 2021. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengharap dukungan Bakrie Center Foundation bersama seluruh lapisan masyarakat, untuk mewujudkan eliminasi TBC di tahun 2030,” jelas Budi Gunadi Sadikin dalam pidatonya yang disampaikan secara virtual.

Selama 4 hari ke depan The SDGs National Seminar Series akan menyelenggarakan 4 topik seminar yang berbeda-beda. Berikut jadwal pelaksanaan The SDGs National Series:

1. Senin, 31 Oktober 2022
Topik: Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC di Indonesia.
2. Selasa, 1 November 2022
Topik: Pengelolaan Sampah dalam Pengendalian Perubahan Iklim
3. Rabu, 2 November 2022
Topik: Pentingnya Pendidikan Dasar dan Tinggi dalam Upaya Mengatasi Putus Sekolah
4. Kamis, 3 November 2022
Topik: Transisi Energi, Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Mengurangi Dampak Polusi Udara.

Untuk mengikuti seluruh rangkaian seminar, silahkan melakukan registrasi melalui https://bit.ly/RegistrasiSemnasBCF.***

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *