
Cegah Banjir, Babinsa Kodim 0508 Depok, PUPR dan RW 15 Kemirimuka Bersihkan Kali
DEPOK, mimbar.co.id — Kodim 0508/Depok berkolaborasi bersama warga masyarakat RW 15 Kemirimuka, Kecamatan Beji Kota Depok berserta Satgas PUPR Kota Depok gotong royong membersihkan Kali Kanal Timur Jalan Kedondong 1, tempatnya di RW 15.
Gotong royong ini memberikan aliran Sungai yang tersumbat sampah. Kegiatan ini lakukan guna mencegah potensi banjir pada musim penghujan awal tahun ini.
“Kami bernisiasi mengajak Babinsa gabungan se-Kota Depok bersama warga RW 15 membersihkan sampah di sepanjang kali kanal timur jalan Kedondong agar air mengalir lancar ketika datangnya musim hujan,” kata Babinsa Kemiri Muka Serda Doni Saputra, S.Tr. A.P. Rabu, (12/02/2025).
Doni menjelaskan, sampah kerap sekali dibuang ke sungai sehingga terjadinya penyumbatan saat curah hujan tinggi.
“Kegiatan gotong royong membersihkan sungai ini sangat penting, agar air mengalir dengan lancar sehingga sungai tidak meluap ke permukiman warga yang dapat membahayakan warga sekitar,” ujarnya.
Lanjutnya, budaya gotong royong dan menjaga kali agar tidak menjadi tempat membuang sampah, mengingat Kemirimuka merupakan jantung Kota Depok.
“Kami mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan, dan agar lebih peduli lagi terhadap kebersihan, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit,” jelasnya.
“Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi,
Harapan saya jangan lupa membuang sampah sembarangan, dan buanglah sampah pada tempatnya,” tambah Doni.
Ia berharap masyarakat di wilayah lain dapat mencontoh aksi gotong royong tersebut dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah banjir sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat.
Sementara itu Ketua RW 15 Kemirimuka Arif Afifulah mengatakan kegiatan karya bakti inj merupakan upaya TNI, khususnya Kodim 0508/Depok melalui Babinsa Kemirimuka bekerja sama dengan warga Kemirimuka, terkait untuk membantu mengatasi permasalahan lingkungan agar terhindar dari banjir dan wabah penyakit, khususnya di RW 15.
“Alhamdulillah kami bersama warga mengapresiasi dan mendukung kegiatan karaya bakti Kodim 0508/Depok, ini sebagai langkah antisipasi mengatasi banjir, dengan pembersihan sungai diharapkan aliran air saat musim hujan semakin lancar sehingga mampu mengurangi potensi maupun dampak penyakit yang diakibatkan oleh bencana banjir di Kendal,” paparnya Arif.
Kegiatan membersihkan sungai di satu titik lokasi, di bantaran Kali Kanal Timur jalan Kedondong sepanjang 500 meter lebih, melibatkan anggota TNI, Satgas PUPR dan masyarakat RW 15 Kemirimuka.
Arif mengatakan, kolaborasi seperti kegiatan tersebut memang sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan bersama. Kolaborasi itu untuk kepentingan masyarakat banyak.
“Kalau memasuki musim penghujan, jadi kegiatan yang di laksanakan adalah mengurangi sendimentasi di sepanjang aliran sungai, juga pembersihan sepanjang aliran sungai, sehingga saat hujan, aliran lancar dan potensi penyebab banjir dapat di kurangi,” tuturnya
Kata Arif, Satgas Banjir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok melakukan pembersihan kali-kali dari sampah yang menumpuk. Aktivitas ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir di kala musim penghujan.
Dia menambahkan, sampah yang dibersihkan terdiri dari berbagai jenis mulai dari styrofoam, botol plastik, dan lain sebagainya.
“Untuk masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, karena bisa merugikan orang lain dan bisa merusak lingkungan,” tutur Arif.
Kepala DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, mengatakan Kali-kali di Kota Depok yang dibersihkan dari tumpukan sampah yakni Kali Cabang Tengah di Citayam, Kali Cabang Timur di Jalan Pipa Gas, Kali Cabang Barat di Mampang dengan menerjunkan masing-masing satu regu Satgas Banjir yang terdiri dari 10 orang.
“Masing-masing sebanyak satu regu Satgas Banjir Dinas PUPR Kota Depok diterjunkan guna membersihkan sampah di kali-kali tersebut. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya banjir,” ujarnya.
Menurut Citra, proses pengerjaan pembersihan sampah dilakukan secara manual karena terbatasnya alat berat dan lokasi yang tidak memungkinkan.
“Targetnya sampai kali-kali bersih dari sampah sehingga penampungan air dapat berfungsi dengan maksimal,” pungkasnya.