
Cegah Peningkatan Hipertensi, Sriyati Sipora Berdayakan Kaum Mellinal
Sleman – Tren peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) dari tahun ke tahun selalu bertambah. Bahkan kasus kematian di Indonesia yang disebabkan oleh PTM saat ini berada di posisi lima besar.
“Penyakit Hipertensi, Jantung dan Gula Darah merupakan PTM yang sangat tinggi. Di mana PTM, seperti Hipertensi seringkali tidak terdeteksi oleh penderita” jelas dr Dini Threes Harjanti, Kepala Puskesmas Kalasan Sleman disela Gebyar Germas dan Posbindu di Lokasi Barak Penngungsian Tirtomartani Kalasan, Sabtu (16/7/2022)
Ditambahkannya, pola hidup yang tidak sehat, merasa dirinya tidak bahagia dan mudah stress menjadi bagian dari penyebab Hipertensi. Oleh karenanya masyarakat harus mengatur pola hidup dengan baik.

“Kurangnya gerak dan kurang olahraga juga menjadi faktor terjangkitnya PTM. Dan penderita Hipertensi di Kalasan di tahun 2018 cukup tinggi. Namun tahun ini sudah melandai. Oleh sebab itu kita harus membiasakan berolahraga, bergerak dan jangan berdiam diri bermalas-malasan,” pintanya.
Dan guna mencegah semakin tingginya kasus Hipertensi di Kalasan, Puskesmas Kalasan memberdayakan kaum mellineal. Mereka dibina dan dilatih mendampingi penderita Hipertensi.
“Puskesmas Kalasan membuat inovasi yang kami beri nama kader Parikesit. Kader Parikesit ini beranggotakan kaum muda. Kaum mellineal ini bertugas mendampingi, memantau penderita minun obat hingga edukasi. Hasilnya, jumlah penderita Hipertensi di Kapanewon Kalasan tutun dratis” terang perawat Puskesmas Kalasan yang penanggungjawab Parikesit, Sriyati Sipora.
Perempuan asal Maluku ini juga menjelaskan Hipertensi jika tidak ditangani dengan baik bisa berpengaruh pada organ vital, seperti jantung dan pembuluh darah. Bahkan hingga kematian. Oleh karena itu penderita Hipertensi harus patuh atau rutin minum obat.
“Dengan memberdayakan kaum mellineal, kasus Hipertensi di wilayah Kalasan bisa diturunkan secara sifnifikan. Peran kaun mellineal sangat membantu penekanan kasus Hipertensi. Bahkan di salah satu pendukuhan, yakni Jarakan Tirtomartani penurunan penderita Hipertensi mencapai 96 persen” imbuh Sriyanti Sipora.
Berkat keberhasilan dalam pencegahan Hipertensi, Sriyati Sipiro dengan inovasinya Parikesit akan mewakili Kabupaten Sleman maju di tingkat Nasional menjadi Perawat Teladan Nasional.|njar