Disambut Positif, TV Digital Merupakan Inovasi Teknologi Terbaru

 Disambut Positif, TV Digital Merupakan Inovasi Teknologi Terbaru
Digiqole ad

TV DIGITAL saat ini telah mendapatkan posisi spesial di hati masyarakat, namun TV analog telah lebih dulu menempati posisi tersebut, dari mulai siran hitam putih, kemudian warna hingga menggunakan teknologi internet.

Namun pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini tengah melakukan migrasi dari TV analog ke TV digital secara bertahap.

Migrasi siaran TV analog ke TV digital ini sesuai dengan amanah UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Begitu pula Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan sosialisasi program Analog Switch Off (ASO). Sosialisasi tersebut bekerja sama dengan mitra Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), serta pihak pers, dengan gencar melalui berbagai kanal.

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang seperti dikutip dari kominfo.go.id menyatakan masyarakat harus bersiap memasuki era baru dengan hadirnya ekosistem teknologi digital.

“Kepada masyarakat pada umumnya kami mengimbau dan mengajak agar bersama-sama kita mulai hari ini untuk bersiap diri berpindah dari siaran TV analog ke siaran TV digital,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Kominfo menyebutkan, dengan menjadi bagian dalam migrasi TV digital, masyarakat ikut membantu pemerintah mempercepat transformasi digital.

“Melalui migrasi TV digital, Kementerian Kominfo berupaya mendorong masyarakat untuk mewujudkan transformasi digital nasional,” ujarnya.

Sementara itu Liana Melinda yang juga Guru SD Generasi Ahad i-School, Bojonggede Bogor menanggapi positif dengan adanya TV digital ini, yang saat ini terus di sosialisasikan pemerintah.

“Ini merupakan inovasi teknologi terbaru, tetapi keberadaannya tentunya ada dua sisi. Sisi  positifnya kualitas gambar dan suara menjadi lebih jernih, dan menjadi lebih menarik secara visual,” ungkap Melinda.

Tetapi dibalik sisi positifnya tentu ada sisi negative, menurut Melinda sebagian masyarakat Indonesia adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mampu untuk mengupgrade TVnya.

“Walaupun TV masih bisa menggunakan atau TV model lama, namun harus ada alat tambahan yang bisa menangkap siaran TV digital tersebut,” ungkapnya.

Ia juga berharap TV digital dapat dinikmat semua masyarakat Indonesia, sehingga antusias masyarakat untuk menonton TV kembali tinggi, apalagi selama ini kita melihat banyak masyarakat khususnya di kota besar menyaksikan berbagai informasi melalui gadget yang dimiliki.

Untuk kemudahan alat tambahan tersebut Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menyiapkan piranti set top box (STB) untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu.

Sedikitnya sebanyak 6,7 juta keluarga miskin bakal mendapatkan subsidi alat untuk nonton siaran TV digital,  dengan bantuan STB gratis itu, masyarakat yang memiliki TV analog tidak perlu mengganti televisi baru.

Penyediaan STB sebagai upaya untuk mendukung migrasi dari TV analog ke TV digital di 2022 ini.|Syd

Foto : Iustrasi penggunaan Migrasi siaran TV analog ke TV digital.

Digiqole ad

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *