Bedah Buku Myth and Facts di Hari Epilepsi Sedunia

 Bedah Buku Myth and Facts di Hari Epilepsi Sedunia
Digiqole ad

JAKARTA – World Purple Day atau Hari Epilepsi Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Maret.

Purple Day merupakan gerakan internasional masyarakat dunia dedikasikan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit epilepsi ke seluruh dunia. Hari Epilepsi sedunia ini  identik dengan warna ungu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, RSU Bunda Jakarta selalu memperingati Hari Epilepsi, untuk tahun ini mengadakan kegiatan bedah buku dan neoro game.

Bedah buku berjudul myth and facts ini,   berisikan pengalaman pribadi sehari hari-hari baik itu di klinik maupun di rumah sakit.

Menurut dr Irawati Hawari SpS, banyak sekali mitos yang masih ada di masyarakat tentang epilepsi.

dr Irawati Hawari SpS

Ini merupakan stigma yang salah terhadap epilepsi. Sebab epilepsi ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi di negara maju masih mengalaminya.

Maka perlu sosialisasi tentang epilepsi untuk mengurangi dampak negatif  pada kondisi psikologi orang dengan epilepsi.

“Epilepsi penyakit kutukan, padahal itu semua hanyalah mitos. Mitos tersebut dapat membuat mereka menjadi minder,” kata dr Irawati.

Dengan adanya buku ini, dapat mengedukasi masyarakat untuk mengubah motos yang salah, bisa kita luruskan, jelasnya.

Lanjutnya, buku ini bisa membantu kami memberikan informasi tentang ehilepsi.

Peringatan Hari Epilepsi Sedunia 2022 diperingati sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit epilepsi.

Padahal, kenyataan sebenarnya justru sebaliknya, epilepsi adalah penyakit gangguan saraf otak dan tidak menular, tambahnya.|My

Digiqole ad

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *