Banyak Masyarakat tak Paham, PLN UP2B Jabar Gelar Talkshow Keselamatan Bidang Kelistrikan

 Banyak Masyarakat tak Paham, PLN UP2B Jabar Gelar Talkshow Keselamatan Bidang Kelistrikan

Bandung – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan, PLN UP2B Jawa Barat berkolaborasi dengan PLN UIT Jawa Bagian Tengah dan PLN UPT Bandung, berikan awareness tentang kelistrikan kepada masyarakat melalui Talkshow di Radio Raka FM.

Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat lebih peduli terhadap kelistrikan dan dapat menghindari bahaya listrik yang tidak diinginkan.

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut Farida Nur Saádah (Team Leader K3L & Kam PLN UP2B Jabar), Arda Sanjaya (Officer K3 PLN UIT JBT) dan Ilham Khalid Nadra (Junior Officer K3 & Kam PLN UPT Bandung).

Dalam talkshow tersebut para narasumber menjelaskan secara singkat mengenai alur perjalanan listrik serta menjawab pertanyaan seputar kelistrikan yang disampaikan pendengar maupun penonton di live streaming youtube.

Para narasumber menjelaskan, saat ini listrik menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Tanpa adanya listrik, manusia akan sulit melakukan kegiatan sehari-hari.

Listrik bermanfaat sebagai sumber penerangan hingga memenuhi kebutuhan aktivitas rumah tangga untuk menggerakkan alat-alat elektonik Selain itu listrik juga memiliki peran dalam berbagai bidang seperti pembangunan, kesehatan, teknologi dan hiburan.

Selain itu, dijelaskan pula proses penyaluran listrik yang terjadi dalam empat tahapan, dimulai dari pembangkit listrik, transmisi (penyaluran), distribusi hingga berakhir di konsumen.

Energi Listrik pertama kali dihasilkan di pusat pembangkit (power plant), diawali dengan turbin sebagai penggerak awal, kemudian generator mengubah turbin menjadi energi listrik.

Setelah energi Listrik dihasilkan, tegangannya dinaikkan oleh Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET). Selepas dari GITET, energi Listrik disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) ke Gardu Induk.

Di Gardu Induk, voltase energi listrik diturunkan menjadi tegangan menengah. Dari Gardu Induk, energi listrik disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) atau Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) menuju Gardu Distribusi. Dari Gardu Distribusi inilah kemudian energi listrik disalurkan ke rumah-rumah konsumen.

Walaupun listrik memiliki banyak manfaat, tapi penggunaan listrik yang tidak tepat juga dapat menimbulkan bahaya. Bahaya yang mungkin timbul misalnya hubungan pendek, kebakaran dan sengatan listrik.

Selain itu ada juga bahaya yang dapat timbul akibat bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

PLN tidak melarang permainan layang-layang, namun PLN menghimbau agar bijak dalam bermain layang-layang di ruang terbuka, jauh dari jaringan listrik dan tidak menggunakan gelasan atau benang kawat.

Team Leader K3L & Kam PLN UP2B Jabar, Farida menjelaskan, PLN tidak melarang permainan layang-layang, namun menghimbau agar tidak bermain di sekitar instalasi jaringan listrik, apalagi menggunakan kawat.

Kawat dapat menjadi penghantar listrik dan dapat membahayakan. Bermain layang-layang di dekat jaringan listrik berpotensi membahayakan nyawa manusia dan dapat mengganggu pasokan listrik ke Masyarakat serta menyebabkan listrik padam.

Mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) disebutkan adanya larangan mendirikan bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta bermain layang-layang, balon udara, drone, dan/atau sejenisnya di sekitar jaringan transmisi tenaga listrik.

Untuk mencegah bahaya listrik, Farida menyampaikan beberapa hal diantaranya untuk menggunakan peratan listrik yang sesuai standar dan menghindari penumpukan alat listrik dalam satu stop kontak.

Beban listrik yang bertumpuk dapat menimbulkan panas berlebih pada kabel dan terminalnya, sehingga berisiko menyebabkan hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

Dalam kesempatan yang lain, General Manager PLN UIP2B Jawa, Madura, dan Bali Munawwar Furqan menekankan pentingnya budaya keselamatan ketenagalistrikan dalam segala aspek kegiatan.

“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya menjadi tanggung jawab bidang PLN saja melainkan harus menjadi tanggung jawab kita semua. Setiap pegawai PLN, hingga masyarakat umum memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan ketenagalistrikan,” ujar Munawwar.

Melalui talkshow ini, PLN mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan instalasi listrik di sekitar kita.

Jika melihat potensi yang dapat membahayakan jaringan listrik agar dapat melaporkan kepada PLN, melalui contact center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. | rls

Berita Terkait