DAERAH

Jembatani Teori dan Industri, Mahasiswa Peternakan UMBY Dalami Teknologi Feedlot di Prabu Farm

Sleman – Sebanyak 85 mahasiswa semester 5 Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di Prabu Farm, Sleman.          
      
Humas UMBY dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026) menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah wajib Teknologi Feedlot guna membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di industri penggemukan ternak berskala besar.
     
Ditambahkannya. Prabu Farm dipilih sebagai lokasi praktikum karena rekam jejaknya yang komprehensif di bidang penggemukan ruminansia, produksi kambing perah, hingga keterlibatannya dalam kontes ternak lokal. Perusahaan ini juga tengah melakukan ekspansi ke sektor pengolahan susu dan daging (resto), menjadikannya laboratorium alam yang ideal bagi mahasiswa.
        
Sementara itu Dosen pengampu mata kuliah, Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., menegaskan bahwa praktikum ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman akademis dengan dinamika dunia kerja yang sebenarnya.
      
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori di kelas atau laboratorium kampus, tetapi juga memahami peluang dan tantangan nyata di industri ruminansia. Pengalaman teknis dan profesional ini adalah modal krusial bagi mereka setelah lulus nanti,” ujar Ir. Ajat.
      
Senada dengan hal tersebut, Manajer Prabu Farm, Rahmat Bintang Ramadhan, S.Pt., menyambut positif kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, pemahaman menyeluruh terhadap rantai bisnis peternakan sangat dibutuhkan oleh calon sarjana. Rahmat menyampaikan materi mengenai manajemen pemeliharaan dan manajemen produksi ternak ruminansia, strategi pemasaran serta cara menjalin jejaring yang baik dengan mitra. Selain materi, mahasiswa juga praktik langsung ke lapangan mulai dari pengamatan manajemen pakan, manajemen pemeliharaan, perkandangan, penggemukan dan pemerahan.
      
“Mahasiswa harus memahami manajemen dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan lokasi dan bakalan, manajemen pakan dan kesehatan, hingga pasca panen dan analisis pasar. Harapannya, mereka siap kerja atau bahkan siap menjadi wirausahawan mandiri,” jelas Rahmat.
       
Kegiatan ini pun mendapat respons antusias dari para peserta. Camelia Cindy, salah satu mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku terinspirasi untuk membawa ilmu yang didapatnya ke kampung halaman.
      
“Saya senang sekali bisa sharing langsung dengan manajer farm. Di NTT, perusahaan peternakan skala besar masih terbatas. Pengalaman di Prabu Farm ini memotivasi saya untuk mengembangkan potensi peternakan di wilayah Indonesia Timur,” ungkap Camelia.
     
Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi industri seperti ini, UMBY berkomitmen untuk terus mencetak lulusan peternakan yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan ketahanan pangan nasional di masa depan.

Related Articles

Back to top button