Tak Ingin Ketinggalan Siaran TV Digital, Warga Pangkalan Bun Ini Gunakan Set Top Box

 Tak Ingin Ketinggalan Siaran TV Digital, Warga Pangkalan Bun Ini Gunakan Set Top Box
Digiqole ad

BAGI Aparatur Sipil Negara (ASN) Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II B Pangkalan Bun Kalimantan Tengah ini, sangat mendukung dengan adanya program pemerintah untuk migrasi dari siaran TV analog ke TV digital.

Dwi Oktora mengungkapkan, TV digital ini sangat mudah untuk digunakannya, bahkan ia pun mendukung dengan adanya migrasi ke siaran TV digital.

Namun warga Pangkalan Bun ini menyebutkan siaran TV digital ini, kalau saat hujan turun, siarannya sering hilang.

Ia pun menyebutkan, mengetahui adanya program siaran TV digital ini dari tetangganya, yang sudah menggunakan siaran digital.

Memang diakuinya bahwa lingkungan tempat tinggalnya belum semuanya menggunakan siaran digital.

Dwi Oktora juga mengatakan bahwa untuk mendapatkan siaran TV digital ini pastinya harus menyiapkan alat Set Top Box (STB).

“Saya harus membeli STB untuk mendapatkan siaran TV digital ini,” ungkapnya.

Ia pun menginginkan dengan siaran digital ini agar jaringan yang ada di perkuat sehingga tidak mudah hilang siarannya.

“Dengan jaringan yang kuat maka semua channel yang ada dapat di tonton,” tambahnya.

Sementara itu, program peralihan siaran TV Analog ke TV Digital mendapat sambutan positif, baik itu pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Seperti dikutip dari kalimantanpost.com, Kehadiran siaran TV Digital menumbuhkan harapan, di masa depan bisa menikmati siaran TV terestrial (Free to Air).

Bahkan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Herson B. Aden saat pembukaan webinar bertema Kalimantan Tengah Siap Analog Switch Off (ASO) pada 25 November 2021 lalu, menyatakan kegembiraan dan rasa terima kasih akan hadirnya siaran TV Digital di Kalimantan Tengah tersebut.

“Pemerintah Kalimantan Tengah menyambut baik rencana migrasi siaran TV Analog ke siaran TV Digital ini. Dengan luasnya Kalteng  sekitar 1,5 Pulau Jawa, untuk menonton TVRI saja masih dibantu dengan transponder. Itu juga kualitasnya tidak maksimal. Dengan adanya perubahan dari siaran TV analog ke siaran TV digital, harapan kami, TVRI Kalteng dapat menjangkau seluruh Kalteng. Masyarakat bisa mendapatkan semua informasi dari siaran TV Digital,” dalam isi sambutan tertulisnya.|syd

Digiqole ad

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *