Sukseskan KTT G20, PLN Operasikan Sistem Pertahanan Anti Blackout

 Sukseskan KTT G20, PLN Operasikan Sistem Pertahanan Anti Blackout
Digiqole ad

Bali – Perusahaan Listrik Negara meresmikan dan mengaktivasi Adaptive Defense Scheme (ADS) Paiton dan Bali Selatan di Badung, Bali (29/09).

Pengoperasian ADS merupakan salah satu upaya PLN dalam mempersiapkan diri guna mengahadapi puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) pada 15-16 November 2022.

Aktivasi sistem pertahanan spesial tersebut disiapkan sebagai mitigasi risiko terhadap gangguan meluas, padam, dan multiplier effect.

ADS merupakan sistem pertahanan operasi sistem tenaga listrik termutakhir yang bertujuan menjaga atau mengembalikan sistem tetap pada batasan normal operasi, serta mencegah gangguan meluas bahkan blackout, dan bersifat dinamis, adaptif, dan real time.

Sistem pertahanan tersebut sudah dimplementasikan pada Sub Sistem Paiton dan Bali Selatan.

Jika terjadi gangguan di Inter Bus Transformer (IBT) 500 kV/ 150 di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Paiton, Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) 150 kV 1,2,3,4 Banyuwangi – Gilimanuk, atau PLTU Celukan Bawang di Bali, sistem diharapkan tetap aman.

Keberhasilan pengimplementasian ADS berkat kolaborasi Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) dengan Unit Induk Transmisi Jatim & Bali (UITJBM).

Implementasi ADS menjamin keandalan pasokan listrik saat puncak acara KTT G20 dengan menghindari padam meluas dengan tingkat keberhasilan yang lebih baik, dapat menghindari energy not served yang timbul, dan mempercepat waktu pemulihan gangguan meluas.

“Defense Scheme (DS) sebelumnya “after event”, bekerja setelah terjadi gangguan, sedangkan ADS “pre event”, bekerja sebelum gangguan terjadi dengan melakukan perhitungan mitigasi gangguan secara real time dan presisi. Ini merupakan upaya serius PLN untuk mendukung dan mensukseskan KTT G20 ke-17 di Bali tanpa kedip atau padam” ungkap Executive Vice President Transmisi PLN.

Dengan adanya ADS sebagai sistem pertahanan termutakhir yang diimplementasikan PLN, jika terjadi gangguan maka pasokan daya dapat disesuaikan sesuai kebutuhan sehingga tidak memerlukan pemadaman total ke seluruh pelanggan.

Sistem Bali saat ini memiliki Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 1.169 Megawatt (MW), sedangkan beban puncak yang diprediksi sebesar 980 MW, hal ini berarti pasokan listrik di Bali dalam kondisi surplus daya dengan cadangan daya sebesar 19%. Masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik saat acara berlangsung.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Suroso Isnandar menjelaskan, pasokan listrik ke Bali salah satunya dari Sub Sistem Paiton yang bersumber dari 3 unit IBT 500 kV/ 150kV di GITET 500 kV Paiton. IBT tersebut disuplai dari PLTU Paiton sisi 500 kV maupun dari jalur backbone 500 kV. Setiap saat Sub Sistem Paiton meyuplai Bali melalui SKLT Bayuwangi – Gilimanuk sekitar 200-270 MW.

Sebagai venue perhelatan KTT G20, Sistem Bali selain dipasok oleh SKLT juga dipasok oleh sejumlah pembangkit antara lain PLTU Celukan Bawang, PLTDG Pesanggaran, PLTG Pemaron, dan PLTG Gilimanuk dengan total DMP sebesar 942,55 MW.

Terdapat skenario menjaga keandalan saat puncak acara KTT G20 berlangsung. Jika terjadi gangguan pada Sub Sistem Paiton, maka ADS Paiton secara real time menyesuaikan transfer daya dari Sub Sistem Paiton ke Bali melalui SKLT sehingga sistem Bali tetap aman. Dan jika terjadi gangguan pada unit pembangkitan di Bali, maka ADS Bali Selatan mengamankan pasokan listrik pada venue KTT G20.

“Keuntungan implementasi ADS Paiton dan ADS Bali Selatan ini, jikalau harus tetap terjadi pemadaman pada saat terjadi gangguan, jumlahnya sangat minimal dan tetap mengamankan venue KTT G20. Selain itu, kondisi siaga pada Sub Sistem dapat segera kembali menjadi kondisi normal,” tambah Suroso Isnandar.[*]

Digiqole ad

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *