
Ketua PWI Pusat : Sepanjang Tahun 2019, Pertumbuhan Ekonomi Melambat di Seluruh Dunia
JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat selenggarakan kegiatan Smart Outlook Economic, yang mengambil tema, “Jurus Bisnis Menyiasati Resesi Ekonomi Global”, yang berlangsung di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jln. Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta Pusat.
Ketua PWI Pusat Atal S Depari mengungkapkan, esesi ekonomi yang terjadi dalam dua tahun terakhir ini, mengakibatkan penurunan pada produk domestik bruto (PDB) secara riil di sejumlah negara.
“Sepanjang tahun 2019, pertumbuhan ekonomi melambat di seluruh dunia. Hal ini terjadi di tengah kisruhnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dalam dua tahun waktu terakhir ini, yang mengakibatkan aktifitas manufaktur dan investasi di seluruh dunia melemah secara substansial,” kata Atal.
Ketua PWI Pusat juga menjelaskan, sampai dengan kuartal III/2019 sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, Hong Kong dan Turki contohnya mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Hal ini dipicu oleh ekspandi peran dagang Amerika Serikat dan China yang terus berlangsung menjadi pemicu dan desakan agar pemerintah mampu melepaskan ketergantungan perusahaan lokal pada pinjaman.
Ditambahkannya, hal yang saat ini sedang mengejutkan dan membuat geger dunia adalah virus corona yang berpotensi picu krisis ekonomi global.
Dalam artikel yang di publikasikan dengan judul How China’s Virus Outbreak Could Threaten The Global Econmy, dipaparkan kejatuhan pasar keuangan dunia pada Kamis, 23 Januari 2020, di mana kejadian tersebut diindikasikan sebagai sinyal ketakutaan akan krisis ekonomi global.
Dalam berbagai polemik dunia yang terjadi saat ini akan isu krisis ekonomi global, tentunya kita tidak perlu khawatir dan perlu waspada dan mengantisipasipasi hal tersebut.
Kondisi pertumbuhan Indonesia sampai dengan saat ini masih cenderung stagnan di angka lima persen dalam beberapa tahun terakhir. Trik dalam menyiasati resesi ekonomi global perlu dibentuk agar hal tersebut dapat menjadi upaya preventif dalam menangkal resesi ekonomi yang sedang menghantui dunia saat ini.
Dalam kesempatan itu Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang diwakili Asdep Pengembangan Ekonomi Daerah dan Sektor Riil Kemenko Perekonomian Ferry Irawan juga menyebutkan, salah satu tantangan yang dihadapi terkait masalah ekonomi yaitu globalisasi. Ini merupakan masalah rill.
Dalam diskusi tersebut juga menghadirkan Raden Pardede Komisaris Independen BCA, Lana Soelistianingsih Director of Chief Economist & Head of Research PT Samuel Aset Manejemen, Rusli Andullah Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, dan Yuswohady Managing Partner Inventure. (Vn)