Kapolsubsektor Limo Yakinkan Santri di Vaksin Itu Tidak Sakit

Digiqole ad

DEPOK – Salah satu melindungi anak-anak dari terpapar Covid-19 adalah melalui vaksinasi. Apalagi kelompok anak ini termasuk dalam target sasaran vaksinasi Covid-19 karena mereka juga tergolong yang rentan tertular.

Seperti halnya kegiatan Vaksinasi Massal Gerai Vaksin Presisi Tahap Ke-2, dari Polsek Cinere Polres Metro Depok, yang berlangsung di Ponpes Sirojussa’adah Jl. H. Midi II No. 7 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Selasa
(05/10/2021).

Kegiatan vaksinasi yang dimulai pukul 08.00 Wib, pada umumnya diikuti oleh para santri Ponpes Sirojussa’adah serta masyarakat umum.

Suasana tempat vaksin yang berlangsung di halaman tengah Pesantren ramai warga maupun para santri yang siap menunggu mendapatkan vaksinasi, di ruangan yang sudah disediakan.

Lokasi Vaksinasi Massal Gerai Vaksin Presisi Tahap Ke-2, yang berlangsung di Ponpes Sirojussa’adah.

Berdasarkan aturan yang berlaku setiap orang yang akan di vaksin harus melaksanakan pendaftaran kemudian screening untuk melihat penyakit atau kesehatannya, bila lolos dalam screening tersebut, maka dilakukan vaksinasi setelah itu melakukan observasi.

Vaksin yang di selenggarakan di Ponpes Sirojussa’adah ini dengan target 350 orang, namun yang terdaftar hanya 280 orang. Sementara itu yang bisa di vaksin hanya 272 orang dan delapan orang lainnya tidak bisa di vaksin karena tensi darah yang tinggi.

Dalam vaksinasi ini disiapkan sebanyak enam orang tenaga medis dan dibantu oleh lima orang tenaga non medis. Saat pelaksanaan vaksin ada beberapa santri yang takut untuk di vaskin.

Tentunya tim medis serta Kapolsubsektor Limo Aiptu Ade Sofyanarko sibuk untuk meyakinkan santri yang takut dan menangis saat hendak di vaksin.

“Di suntik vaksin ini tidak terasa sakit. Pokoknya lengan yang akan di vaksin jangan kaku, pokoknya harus berani tidak terasa sakit, hanya seperti di gigit semut saja,” ungkap Ade Sofyanarko untuk meyakinkan santri tersebut agar tidak takut di vaksin.

Bukan satu orang saja yang ketakutan di vaksin namun dengan sabar Ade Sofyanarko dan Tim Medis meyakinkan mereka agar mereka bisa di vaksin.

Beberapa santri yang sempat menangis di yakinkan oleh Tim Nakes, “lihat itu anak kecil saja tidak nangis, tidak terasa sakit. kamu harus berani!,” ungkap salah seorang Nakes .

Sementara itu, Kapolsek Cinere Kompol Tata Irawan SE., mengungkapkan hari kedua ini kita melaksanakan vaksinasi dengan target yang sama yaitu 350 orang untuk di Ponpes Sirojussa’adah, disini terlihat antusias para santri untuk mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi.

Suasana di tempat vaksin, tampak beberapa Tim Nakes. 

“Kita laksanakan vaksinasi untuk 12 tahun keatas tentunya bukan saja santri, tetapi warga setempat juga bisa mengikuti vaksinasi disini,” ungkap Tata Irawan dalam keterangannya.

Ia juga menjelaskan, kita terus melaksanakan vaksinasi sampai semua warga tervaksin, apalagi vaksinasi ini penting bagi warga masyarakat untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Kita juga mengingatkan kepada warga yang belum melaksanakan vaksinasi, baik itu vaksinasi pertama maupun kedua dapat melakukannya di lokasi lokasi vaksin yang ada, tambahnya. (Vn/My)

Digiqole ad

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *