
BKKBN dan Komisi IX DPR RI Gencarkan Sosialisasi Program Bangga Kencana
MERANGIN – Stunting merupakan masalah global yang serius. Saat ini diperkiraan telah terjadi pada lebih dari 160 juta anak usia balita di seluruh dunia dan jika tidak ditangani dengan baik, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada penambahan 127 juta anak stunting di dunia.
Tak hanya di negara lain, masalah stunting juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), walaupun berhasil turun sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun 2021, prevalensi stunting Indonesia pada tahun 2022 masih berada di angka 21,6 persen.
Angka ini masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen. Prevalensi stunting merupakan masalah besar karena menjadi ancaman terhadap kesejahteraan dan ketahanan nasional jangka panjang.
Menyikapi hal ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI terus melakukan upaya penurunan dan pencegahan stunting dengan menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di Provinsi Jambi.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Putut Riyatno dan Anggota Komisi IX DPR RI H. Handayani ini berlangsung di Aula Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin pada Sabtu (28/9/2024).
Dalam paparan materinya, Putut Riyatno menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan asupan gizi dalam pencegahan stunting sejak dini.
“Kita harus biasakan cuci tangan memakai sabun, cuci sayur dengan air mengalir, kemudian buang air pada jambang yang sehat. Jadi mudah sekali mengatasi hal stunting, dan bapak ibu juga jangan lupa untuk membawa anaknya imunisasi,” ujar Putut.
Putut menambahkan bahwa komitmen pemerintah untuk memerdekakan anak dari stunting harus didukung oleh semua pihak, salah satunya dengan membentuk keluarga yang sehat.
“Untuk mencegah stunting, yang paling mudah adalah asupan proteinnya harus terjaga, karena pada saat 1.000 hari pertama kehidupan yang diperlukan adalah protein. Jangan lupa memberikan ASI eksklusif kepada bayi, dan menjaga jarak kelahiran anak agar dalam memberikan ASI optimal,” jelasnya.
Sebagai penutup, H. Handayani menekankan pentingnya menyebarluaskan informasi yang diperoleh dalam sosialisasi pencegahan stunting ini kepada masyarakat luas.
“Saya berpesan agar apa yang tadi disampaikan oleh mitra-mitra saya tolong disampaikan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan supaya masyarakat lebih paham bahwa kesehatan generasi kita itu penting,” tegasnya.
Melalui Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan stunting demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan.
Ilham