DAERAH

Upacara Adat Kadipaten Pakualaman Menjadi Sebuah Struktur Sosial Dan Simbol Identitas

Yogyakarta, mimbar.co.id – Berbagai upacara adat yang digelar Kadipaten Pakualaman mempunyai fungsi sosial dan spiritual. Fungsi sosial tersebut guna melestarikan struktur sosial, tertb sosial dan menguatkan integrasi sosial. Sedang fungsi spiritual untuk membersihkan aspek spiritual dunia dan menguatkan integrasi supranatural
     
Hal tersebut diungkapkan Heddy Shri Ahimsa-Putra dari Departenen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam Dialog Budayadi Kagungan Dalem Kepatihan Pakualaman, Jumat malam, (28/11/2025).
     
Heddy menambahkan upacara-upacara adat Pakualaman merupakan proses sinkretisasi orang jawa atas elemen-elemen budaya jawa, Hindu-Budha dan Islam. Dan proses sinkretisasi membuat budaya jawa mengalami peremajaan.
      
“Upacara-upacara adat kraton Pakualaman sendiri merupakan berbagai proses. Yakni proses penguatan integrasi, peningkatan purifikasi, penerusan peremajaan, pelestarian jati diri dan pelanggengan eksistensi” terangnya.
     
Upacara adat Pakualaman, imbuhnya, juga merupakan struktur sosial dan simbol identitas. Dengan adanya upacara adat yang digelar secara rutin, keberadaan Kadipaten Pakualaman tetap diakui masyarakat.
     
“Dan upacara ‘Tingalan’ atau peringatan berfungsi mengingatkan kembali pada Raja dan rakyat tentang struktur sosial dalam masyarakat. Selain itu upacara peringatan ini menguatkan kembali struktur sosial, tertib sosial guna mencegah, menghindari kekacaua sosial sehingga tercipra ketenteraman dan kesejahteraan” ujarnya.
     
Sementara itu Sri Ratna Saktimulya menguraikan, upacara tradisi merupakan kegiatan ritual yang diwariskan secara turun temurun dalam masyarakat. Di mana hal ini biasanya berkaitan dengan kepercayaan, nilai moral, penghormatan leluhur, siklus hidup dan siklus alam untuk menjaga keseimbangan alam dan Tuhsn
    
Di Kadipaten Pakualaman, sambugnya, secara rutin mengelar upacara adat dan tradisi. Upacara adat sendiri merupakan upacara yang sudah menjadi adat istiadat. Sedang upacara tradisi, upacara yang diwariskan dari generasi ke generasi selama beberapa generasi. Dan upacara adat tidak harus selalu sama dengan upacara tradisi.
     
“Dalam upacara tradisi,selalu dilengkapi dengan bucalan. Fungsi bucalan senduri untuk melepas energi negatif dan membuka jalan keselamatan” tuturanya.

Related Articles

Back to top button